Posts

Showing posts from January, 2018

Jalan-jalan Seru ke Kampung Warna-warni

Image
Sebenarnya hari ini aku bingung mau nulis tentang apa. Nah, berhubung hari minggu kemarin aku jalan-jalan ke Malang, aku mau cerita saja nih keseruan jalan-jalan kemarin.
Aku dan suami berangkat ke Malang ramai-ramai sama dua teman kerja suamiku. Masing-masing bawa suami. Jadi kami berenam berangkat naik mobil dari Lamongan jam 6.30. Karena jalanan tidak terlalu padat, kami tiba di Malang tepat jam 9.30.
Tujuan pertama ke Pasar Burung karena para lelaki pada minta ke sana. Alhasil, kami para wanita pergi ke pasar bunga yang letaknya bersebelahan dengan Pasar Burung. Pasarnya ini ada di Jalan Brawijaya Malang.

Sekitar satu jam lebih kami berkeliling pasar dan tidak membeli apa-apa, kami memutuskan untuk pergi ke Kampung Warna-Warni Jodipan sekaligus untuk sholat dhuhur. Kampung Warna-Warni ini terletak di Jalan IR. H. Juanda, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Tempatnya terlihat dari jembatan Embong Brantas, yang letaknya 500 meter dari Stasiun Kota Malang.

Di sebelah…

Cintamu yang sederhana

Image
“Cinta itu terlalu sederhana. Terkadang, kata-kata menjadi terlalu rumit untuk mengungkapkannya” (Sefryana Khairil, Rindu)

***
 “Kalian tahu, Bu Rika sampai mau minum obat serangga gara-gara ditinggal sama Pak Teguh. Kasihan ya Bu Rika, sudah satu tahun menjalin hubungan dengan Pak Teguh tapi ditinggal begitu saja hanya karena Pak Teguh ingin kembali ke mantan istrinya.” Aini panjang lebar bercerita.
“Itu namanya pelampiasan cinta.” Jesika ikut menimpali.
Celotehan Aini bersama teman-teman kantor tadi siang tiba-tiba mengusik tidur malamku. Apakah benar semua itu karena Pak Teguh hanya melampiaskan cintanya ke Bu Rika semenjak Pak Teguh cerai dengan istrinya? Bukan cinta sesungguhnya tapi hanya pelampiasan?
Aku memang tidak ikut nimbrung saat Aini dan lainnya bicara soal Bu Rika, Manager Personalia kami. Mas Bayu suamiku selalu mewanti-wanti agar aku tidak ikut-ikutan bergosip membicarakan orang lain. Tapi pembicaraan mereka terdengar jelas di telinga karena mereka bergerombol tepat di…

Puisi Hati

TENTANG SESEORANG

Rembulan masih menguning
Saat derap-derap langkah kakinya menjahit malam
Berdebam membangunkan cicak beranak
Dongeng-dongeng belum selesai dibacakan
Tapi tampaknya sengaja dipecahnya malam hingga buta tak meraba
Seketika aku melihatnya menuruni tangga rindu yang sengaja ku tebar di pelataran waktu
“Dia datang!!” aku bersorak entah riang atau pilu
Dan rinduku lebur dalam cangkang cintanya


MIMPI

Terbesit angan tentang cerita purba
Sunggingan senyummu mampu menggoyang jiwa
Saat bulan memerah di bulan Desember
Saat langit melukis angkasa beranjak dalam kegelapan

Sorot mata itu menusuk bak duri di tengah jiwa
Sakitnya tanpa terampun
Kenapa harus mampir di malam tidurku?
Bukankah mimpi ini terlau basi
Dan sudah setahun yang lalu tinta menggores luka
Menumpahkan kopi di setiap harinya


#Onedayonepost
#ODOPbatch5 #ODOPharike-7

Kau, Hujan, Rindu Dan Kenangan

Image
Dengar, tepat setelah rintik-rintik hujan turun
Bayangmu hadir sebagai orang yang kurindukan
Dalam deras hujan
Di tanah yang basah ini
Aku berdiri
Mengulang kenangan
Menulis rindu yang terlalu menyesakkan

Aku mengulas kenangan
Di jurang kepasrahan
Luruh dan melayang di antara aroma hujan

Lihatlah, setelah jejak-jejak langkahmu menghilang
Menjauh di bawah derasnya hujan
Kau masih sebagai orang yang kurindukan
Aku membiarkanmu pergi
Karena aku berharap ada kata pulang
Meski terinjak duka yang menghias air mata

Pada kata yang memuat beribu pertanyaan
Aku mencari jawaban
Tentang kau yang kurindukan
Pada gelap badai
Pada rintik rinai
Aku bertanya memastikan
Apa benar kau hanya sekedar bayang?

Dan tepat setelah hujan reda,
Rindu ini semakin menyedihkan
Bayangmu pudar
Menjelaskan bahwa kau tinggal kenangan


Lamongan, 27 Januari 2018

#Onedayonepost
#ODOPbatch5 #ODOPharike-6

Hujan Pagi Itu....

Image
Hujan tengah mengguyur saat kami memasuki mobil yang terparkir tak jauh dari pintu rumah. Ayah mulai tancap gas saat ku lirik jarum jam menyentuh angka tujuh. Hari masih terlalu dini untuk memulai sebuah perjalanan apalagi sebuah perjalanan yang akan menentukan hidupku.
Ku lihat wajah ayah dan ibu tampak sangat bahagia. Bertemu sahabat lamanya yang puluhan tahun tidak bertemu membuat mereka seperti kembali menemukan masa mudanya. Ayah mulai bercerita tentang sahabat lamanya yang sekarang tinggal di Surabaya, sahabat yang sekarang rumahnya sedang kami tuju. Ibu menanggapinya dengan senang, terlihat bibir ibu yang selalu mengeluarkan gelak tawa saat ayah bercerita tentang masa mudanya dulu dengan sahabatnya yang ku dengar namanya Irawan. Om Irawan setahun lebih muda dari ayah. Wajahnya masih terlihat tampan meski usianya sudah hampir kepala lima. Itu pun aku hanya bisa melihat dari foto di facebook ayah.
Hujan masih saja turun saat kami memasuki tol Gresik-Surabaya. Ku memandang rintik…

I Have A Dream

Image
“Kereta jurusan Lamongan Surabaya akan segera diberangkatkan di jalur 1. Para penumpang yang belum mendapatkan tiket, harap membeli ke loket 1.” Suara petugas stasiun terdengar sangat lantang dan berwibawa.
Dingin. Ku masukkan tiket kereta ke dalam saku. Tubuhku sudah menggigil dalam balutan jaket pink.  Angin subuh masih bawa harum surgawi. Dendang kalimat-kalimat al quran yang sangat indah masih sayup-sayup terdengar memenuhi  gendang telinga di setiap ruh anak manusia. Hari masih terlalu dini untuk memulai suatu perjalanan.
Toootttt….…jgjgjgjgjgjg…!!
Akhirnya ular besi itu berjalan bak berlari di antara keriuhan burung pagi. Berdencit-dencit suara rel saat kereta melaju dengan kecepatan yang tak diragukan lagi. Kereta pagi itu pun melaju ke arah timur menyambut sang mentari.
Ku geser dudukku ke dekat jendela. Bayu berhembus membelai wajahku yang dipenuhi rasa kantuk. Di luar masih terlihat gelap. Fajar sepertinya masih enggan menampakan dirinya di ufuk timur. Mataku sudah mulai t…

Waduk Gondang, Wisata Alam Asri Di Lamongan

Image
Gondang? Apa yang terbesit saat orang mendengar kata Gondang? Mungkin ada yang menyebut sejenis lagu, nama sebuah desa atau bahkan keong bercangkang bangsa Ampullarini. Tapi Gondang kali ini adalah sebuah waduk yang terkenal sebagai salah satu tempat wisata alam di Lamongan, yaitu Waduk Gondang. Istilah gondang sendiri menurut Kamus Besar Indonesia (KBBI) adalah pohon yang tinggi besar yang kulit batangnya mengeluarkan getah putih yang dapat diolah menjadi lilin untuk membatik. Sama seperti wisata Waduk Gondang selain pemandangan air yang ditawarkan, juga terdapat rimbunan pohon besar yang difasilitasi dengan sarana permainan anak-anak, lapangan sepak bola, dan kebun binatang mini yang cocok sebagai liburan keluarga serta tempat wisata ini juga dipergunakan untuk bumi perkemahan.
Bagi yang ingin mencari tempat ketenangan setelah menjalani rutinitas yang padat, waduk gondang di Lamongan ini bisa jadi tempat favorit. Hamparan pepohonan dan rerumputan yang hijau di sekitar waduk gondang …

Cerita Tentang Ayah

Image
Jika ibu adalah sosok lemah lembut dan penuh kasih sayang, begitupun juga dengan ayah. Ayah memang tak selembut ibu, tapi kasih sayangnya tak kalah dibanding sosok ibu. Kasih sayang dan tanggungjawabnya terhadap keluarga menjelmanya menjadi sosok yang tegas sekaligus bijaksana.
Ayah memang tak mudah menangis seperti ibu, namun di balik perjuangannya mencari nafkah kadang ada airmata yang tersembunyi dalam peluh keringatnya. Rapat-rapat ia tutupi karena bukankah sosok ayah adalah pemimpin rumah tangga? Nahkoda untuk kapal pernikahannya? Bagaimana jika ada badai menerjang sedangkan pemimpin atau nahkodanya malah menangis tergugu tanpa mencari jalan? Jadi sewajarnya jika ayah tak pernah terang-terangan menampilkan air matanya. Karena bagi ayah, istri dan anaknya adalah tanggungjawabnya. Dan ayahku adalah teristimewa bagiku.
Sore itu, tak sengaja tanganku menarik selembar foto usang dari lemari baju ayah. Tepatnya lemari baju ibu. Karena tak lagi aku temukan baju ayah tergantung di sana.…

Wanita terhebat untukku

Image
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, begitulah kata Sapardi Djoko Damono dalam puisinya. Juni mengering, Juni yang kerontang, bagaimana bisa hujan bertahan jika Juni bukan pijakannya? Dialah seorang wanita hebat yang berjuang sebagai hujan di bulan Juni. Seorang yang sering kupanggil dengan sebutan “IBU”.


*** “Seandainya ku mampu membuat dirimu kembali, hati ini takkan beku karena merasa sendiri. Bagai mimpi saat kusadari dirimu kini tiada di sisiku lagi.…….” Aku tersenyum mendengar alunan lagu yang dinyanyikan seorang wanita yang tak jauh dari kamarku. Aku yakin kalau suara yang masuk ke gendang telingaku bukan milik Cucu Suryaningsih atau yang lebih dikenal sebagai Evie Tamala penyanyi dangdut terkenal itu. Betapa seringnya lagu ini dinyanyikan di rumah, hingga aku hafal betul milik siapa suara yang ada di balik pintu kamar. Perlahan ku buka pintu kamarku dan kudapati ibu senang asyik menjahit rok merah di tangannya sambil suaranya lirih menyenandungkan lagu. Aku menatap ibu …

Alun-alun Lamongan: Wisata Murah nan Meriah

Image
Berkunjung ke kota Lamongan tak lengkap jika belum mengunjungi Alun-alun Lamongan. Salah satu tempat wisata yang murah dan meriah ini setiap harinya sangat ramai dikunjungi dari pagi, siang, sore. Apalagi jika malam menjelang, lampu-lampu di sekitar alun-alun serta riuhnya pengunjung menjadi daya tarik sendiri. Untuk berkunjung ke sini hanya dikenakan tarif parkir saja sekitar 2000 rupiah.
Alun-alun adalah tempat dimana semua masyarakat Lamongan berkumpul. Tempat luas terbuka di tengah kota ini menjadi jantung kota Lamongan. Beberapa jenis tanaman menghiasi di setiap sudut menambah keindahan serta keasrian alun-alun. Dan dengan beragam fasilitas yang disediakan, menjadikan alun-alun Lamongan sebagai tempat wisata yang wajib dikunjungi saat ke Lamongan.
Ada beragam fasilitas yang ditawarkan, seperti taman,  arena bermain, lapangan basket, lapangan sepak bola, tempat jogging dan lainnya. Alun-alun Lamongan terletak tepat di jalan Lamongrejo.
Jika ingin merasakan ramainya alun-alun Lamo…

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics