Bertemu Kamu (Lagi)

Pagi Hari, 1765 hari yang lalu

Pagi masih terlalu dini saat bus membawaku pulang ke kampung halaman. Tak ada niat sebelumnya untuk pulang karena seminggu yang lalu aku baru saja mengijakkan kaki di halaman rumahku.
Tapi entah kenapa aku ingin sekali bertemu lagi denganmu. Setelah pertemuan 30 hari yang lalu di stasiun, kamu berjanji akan menjemputku kembali.
Angka jam masih menujukkan pukul 7. Satu jam lagi kita akan bersua.
Meski aku benci sekali aroma bus tapi tetap saja aku nekat karena tidak ada jadwal kereta pagi ini.
Satu jam sangat menyiksa dengan rasa mual yang menyergapku.
"Sebentar lagi akan sampai. Kamu pasti kuat, Ayla. Harus." Aku berusaha menenangkan diriku sendiri.
Aku bernapas lega saat bus berhenti di tempat yang aku tuju. Tapi saat turun, aku sama sekali tidak menemukan sosokmu.

'Kamu sebelah mana?'
Aku mengirim sms ke kamu. Satu menit, dua menit hingga 10 menit tidak ada balasan dari kamu.
"Nyariin ya?" tiba-tiba dari arah belakang sebuah suara mengagetkanku.
Kamu dengan senyum polos berdiri tepat di belakangku.
"Maaf lama. Tadi ada urusan bentar."
"Tidak apa-apa mas. Aku malah yang harus minta maaf merepotkan Mas Rama" Aku berbicara sambil menundukkan wajah. Entah aku tak pernah bisa menatap ke mata elangmu.
"Sebelum pulang, mampir ke tempatku dulu ya. Biar kalau mau main sudah tahu alamatnya" Tanpa menunggu jawaban dariku, kamu langsung membawaku ke sana.
"Kamu libur kuliah kan hari ini?" tanyamu sambil membuka pintu kontrakanmu.
"Maaf berantakan. Biasa tempat tinggal cowok. Ayo silahkan duduk!"
"Mas Rama tinggal sama siapa di sini?" tanyaku ingin tahu. Karena melihat banyaknya barang-barang di ruangan tidak mungkin hanya satu orang pemiliknya.
"Mas tinggal dengan teman-teman. Ya tinggal ramai-ramai. Nanti aku kenalkan sama mereka."

"Eh kamu belum jawab pertanyaanku. Kamu libur kan hari ini?"
"Iya, Mas. Ada apa?"
"Tidak apa-apa. Berarti kamu gak terburu-buru untuk pulang. Oh iya, mau minum apa? Adanya air putih sih." Kamu tertawa dan langsung mengambil air mineral di kardus sebelah meja.
Kita saling ngobrol menceritakan aktivitas masing-masing. Tentang kuliah, tentang kerjaan kamu dan juga hobi. Tanpa sadar, kita punya hobi yang sama. Berpuisi.




#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-10

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja