Novel Mira W, Novel Jadul Favoritku


Ada yang tahu Mira W?
Mira Widjaja atau yang lebih dikenal Mira W adalah seorang novelis Indonesia. Karyanya terkenal dengan novel-novel roman populer. Yang langsung terlintas di pikiranku saat mendengar novel Mira W adalah sampul novel bunga-bunga. Semua novel Mira W identik dengan gambar bunga. Tapi ada yang dicetak ulang dengan gambar berbeda, tidak lagi menggunakan bunga. Bahkan di tahun 80an, novelnya banyak yang difilmkan dengan dibintangi artis-artis terkenal di masanya.
Oke, berikut lima novel Mira W yang aku koleksi di rumah. Ada banyak sih tapi lima dulu saja deh yang sedikit aku review.

1. Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi


Novel ini terbit pertama kali pada tahun 1980 oleh PT Gramedia. Dan difilmkan dengan dibintangi aktris populer di masanya, yaitu Chris Salam dan Dina Mariana.
Novel Mira W ini menceritakan tentang kisah cinta antara Leo dan Melia yang penuh liku. Kisah yang berawal dari bangku sekolah saat umur mereka baru duabelas tahun hingga berumah tangga. Mengangkat topik remaja yang mencari jati dirinya.

"Cinta tak pernah salah, Leo. Tetapi nafsu adalah dosa. Jangan kotori lagi cinta kita, Leo. Kalau kita harus berpisah, biarlah kita berpisah dengan membawa cinta yang semurni ketika pertama kali bersemi."

"Aku sendiri sudah kotor, Melia. Tiap malam kujual diriku. Kepada setiap perempuan yang bersedia membayarku. Kau tahu untuk apa? Untuk membelimu kembali. Untuk menebus milikku yang tergadai. Tapi ternyata kau masih terlalu mahal!"

Membaca novel ini sungguh mengingatkan masa-masa remaja saat pertama kali jatuh cinta. Leo punya cara tersendiri untuk memikat hati seorang Melia. Melia ya...bukan Milea, kalau Milea milik Dilan😂

2. Kidung Cinta Buat Pak Guru


Kalau novel ini diterbitkan pada tahun 1985. Aku suka sekali pesan yang disampaikan dalam novel ini. Novel yang mengisahkan tentang kenakalan remaja. Keterlibatan mereka pada sex dan berujung pada suatu penyakit yang membahayakan.
Di sini peranan orang tua dan guru ikut andil di dalamnya.

"Sekarang saya sadari, Nak Harman, betapa jauhnya saya dari anak-anak saya, meskipun kami hidup serumah! Saya tidak tahu apa-apa tentang mereka. Saya bahkan lebih mengenal beras di pabrik saya daripada anak-anak saya sendiri!"

"....Tapi seorang anak bukan cuma membutuhkan materi. Bukan hanya memerlukan makanan, pakaian, dan sekolah. Dia juga membutuhkan kasih sayang. Perhatian. Dan kehangatan suasana di rumah..."

3. Bilur-Bilur Penyesalan


Novel yang telah difilmkan ini diterbitkan pada tahun 1986. Filmnya diperankan oleh Deddy Mizwar dan Sophia Latjuba sebagai tokoh utama Roy dan Paramita.
Novel ini mempunyai kisah yang panjang. Ceritanya terentang hingga 20 tahun. Mengisahkan hubungan seorang Roy Paturungi dan Paramita yang tidak direstui ayah Paramita karena Roy pemuda urakan dan selalu membuat ulah. Di sini diceritakan bahwa Ayah Paramita adalah dosennya Roy.

"Jika aku membawamu ke depan Ayah, aku ingin memperkenalkan dirimu begini: Ayah, ini Roy Paturungi, mahasiswa arsitektur tingkat tiga...."

"Kamu mencintaiku apa gelarku?" potong Roy sengit.

"Aku tidak peduli kamu arsitek atau kuli bangunan! Tapi Ayah peduli! Dan aku kenal sekali ayahku. Kalau ingin ambil hatinya, kamu harus menjadi insinyur!"

"Persetan dengan dia! Aku ingin mengambil hatimu, bukan ayahmu!"

Dan kisah mereka berlanjut hingga dua puluh tahun lamanya. Kebencian, balas dendam bahkan cinta mengiringi kisah dalam novel ini.

4. Cinta di Awal Tiga Puluh



Kalau ketiga novel di atas diterbitkan tahun 80an, Cinta di Awal Tiga Puluh ini terbit pertama kali tahun 1996.
Mengisahkan perjuangan seorang ibu melawan kanker ganas. Seorang janda dengan lima anak perempuan yang penuh masalah.
Di akhir hidupnya, ketika kanker menggerogoti payudaranya, dia berusaha mencari seorang pelindung bagi anak-anaknya. Lelaki demi lekaki dipilihnya agar dapat menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya.

"Berapa lama aku harus tinggal di rumah sakit? Berapa biayanya? Anak-anakku masih kecil. Siapa yang mencari nafkah kalau aku tidak ada?"

"Tapi kalau berhasil, kau bisa hidup lebih lama mendampingi anak-anakmu."

Di lain bagian cerita ini juga dipaparkan bagaimana derita anak-anaknya ketika mereka berjuang untuk menyelamatkan ibu mereka dari kematian.

5. Mahligai di Atas Pasir


Nah, kalau novel Mira W yang ini diterbitkan tahun 2001. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari novel ini terutama tentang menjadi wanita karier.
Novel ini menceritakan Rima, seorang wanita karier yang sukses dalam profesinya. Tapi ternyata dia mempunyai dilema besar, yaitu dia gagal mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Seorang suami yang dianggapnya tidak bisa maju dan mengungguli dirinya.

Di akhir kisah Rima dihadapkan tiga pilihan lelaki. Suami yang tidak memperoleh cintanya, lelaki yang diam-diam dikagumi sekaligus dibencinya dan seorang playboy yang ditemuinya di Rusia.

Aku suka sekali dengan satu quote yang ada di novel ini,
"Karena tempat seorang istri adalah di samping suaminya. Bukan di atasnya. Bukan pula di bawahnya." (Mira W)

Oke cukup di sini saja, lain waktu pasti aku review novel-novel Mira W dengan judul lainnya. Yang pasti aku lahir tahun 90an tapi suka banget novel tahun 80an. Banyak yang bilang seleraku, selera jadul😂😂

#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-32

Comments

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja