RASA: Cinta Lama Datang

Bintang mempercepat langkahnya. Lima belas menit lagi sudah pukul delapan. Dia takut terlambat untuk meeting. Terlambat berarti mengecewakan kliennya bahkan bisa memutus kerjasama yang belum sempat dijalin.
Tak lama kemudian, Bintang masuk ke sebuah restoran. Dia baru akan duduk, ketika tiba-tiba namanya dipanggil oleh seseorang dari belakang. Bintang menoleh dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia kenal dengan suara itu. Bintang yakin dia tidak sedang bermimpi. Seorang lelaki menghampirinya.

“Bintang, kan? Aku yakin. Dari belakang pun aku masih dapat mengenali kamu” ujar lelaki itu lalu mengulurkan tangannya. "Apa kabar?"

"Arga…” hanya itu yang dapat dikatakan Bintang. Dadanya berdenyar-denyar. Dan mulai berdegup kencang. Sebisanya diredam gejolak emosinya, dia tidak ingin Arga melihat perubahan wajahnya.

“Ah, kamu pasti bingung kenapa tiba-tiba aku di sini. Aku ….”

“Kudengar kamu ke Australia setelah lulus SMA,” sela Bintang cepat-cepat. Dia maaih belum bisa menguasai degup dadanya.

“Iya. Aku melanjutkan kuliah di sana. Oh ya, apa meetingnya bisa dimulai sekarang?" Pertanyaan Arga seketika membuat Bintang gelagapan.

"Meeting?" Bintang bertanya memastikan.

Sebaliknya dari menjawab pertanyaan Bintang, Arga malah mengeluarkan selembar kartu nama dari dalam sakunya.
"Arga Ananta Nugroho. Direktur PT Jaya Nugroho, Jakarta Selatan." Bintang terperangah, dia tidak menyangka bahwa klien yang akan ditemuinya adalah Arga. Cinta lamanya.

"Boleh duduk kan?" Arga menarik kursi di sebelah Bintang.

"Bo..leh. Silahkan, Pak!" Bintang semakin gugup.

"Santai saja lagi, Bin. Kayak orang baru kenal saja. Lagian meeting kita cuma sebentar," Arga sedikit tertawa. Mencairkan gemuruh dadanya setiap kali memandang Bintang.

"Bagaimana apa kamu sudah buat desain baju yang aku minta?" Tanya Arga lalu di detik berikutknya dia melambaikam tangan ke pelayan.

"Sudah. Ini aku sudah siapkan dalam katalog semuanya." Bintang menyerahkan sebuah katalog desainnya sendiri.

"Oke. Nanti aku pelajari dulu. Emm, kamu mau pesan apa?" Arga memasukan katalog dalam tas kerjanya dan beralih ke daftar menu yang disodorkan pelayan.

"Iced Milk Vanilla," Ucap Bintang dan Arga secara barengan.

"Selera kamu tetap sama ya?" Arga tersenyum senang.

"Dan satu lagi, Coffe latte panas. Itu masih kesukaanmu kan?" Bintang menatap Arga memastikan.

"Kamu belum lupa ternyata. Tidak pesan makan?"

"Masih kenyang." Ujar Bintang berbohong. Dia hanya tidak ingin berlama-lama dengan Arga. Dia teringat janjinya pada Bastian agar tidak akan lagi bertemu Arga. Tapi di sisi lain, Bintang sangat merindukan pertemuan itu.

"Apa kabar, Bastian?"
Pertanyaan Arga sungguh tidak ingin Bintang jawab. Mereka sekarang lagi berdua, kenapa harus membahas lelaki lain? Bintang terlihat gusar.

(Bersambung)

#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-46
#Tantangan VII & VIII

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja