Pengalaman Seru di Hari Sabtu, Seharian di Surabaya untuk Acara Nutricia



Hari Sabtu kemarin, aku menghadiri acara yang diadakan oleh Nutricia. Aku ikutan acara ini karena dapat undangan dari Mbak Triana Dewi. Siapa sih Mbak Triana Dewi? Mbak Triana Dewi itu blogger, pengurus FLP Lamongan, Guru dan juga embakk terhebatku, yang sudah seperti saudaraku sendiri.😄
Acara Nutricia ini diselenggarakan dalam rangka Hari Gizi 2018. Acaranya yaitu Talkshow Kesehatan “Menyediakan Gizi Terbaik dalam Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) “
Waktu acaranya pukul 12.00-16.00 WIB. Di Kopi Bangi Jalan Walikota Mustajab Surabaya.
Untuk berangkat ke sana awalnya aku berharap bareng Mbak Triana tapi ternyata Mbak Triana Jumat malam ke Surabaya terlebih dahulu karena ada keperluan. Jadi Sabtu pagi aku berangkat sendiri dari Lamongan. Hemm..penuh perjuangan.

Pagi itu aku berangkat dari rumah jam 7 pagi karena berangkatnya bareng suami kerja. Sebelumnya ke tempat kerja suami dulu untuk parkir sepeda motor dan kemudian menunggu bus jurusan terminal Bungurasih di halte Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Tentunya pas menunggu bus ditemani suami. Haha... Takut aku salah naik bus😁

Setelah lumayan lama menunggu, akhirnya busnya datang. Dan itu penuh penumpang. Saat naik, aku lirik kanan kiri ternyata tempat duduknya penuh semua. Akhirnya aku duduk selonjoran di depan, sebelah sopir. Ya, bisa dibayangkan rasanya gimana apalagi bapak sopirnya bak pembalap. Selip kiri, selip kanan. Dan itu berlangsung selama dua jam.
Setibanya di terminal Bungurasih atau Purabaya, aku langsung turun dan menghubungi mbak Triana untuk menanyakan alamat rumah Mbak Triana yang di Ketintang. Karena jam masih menunjukan pukul 9 jadi aku ke rumah Mbak Triana dulu dan nanti berangkat bersama ke tempat acara.
Setelah aku hubungi ternyata Mbak Triana ada di RSI Ketintang, dan aku ditunggu di sana.
Aku naik ojek yang harganya Rp 15.000 dari Bungurasih ke RSI Ketintang. Semuanya berjalan lancar hingga sampai depan kantor Jawa Pos, hujan tumpah dari langit. Karena sangat deras, akhirnya bapak ojek menepi dan berteduh di sebelah Royal Plaza. Di sana banyak sekali orang-orang berteduh. Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya hujan agak reda dan aku mengajak bapak ojek untuk lanjutkan perjalanan karena sudah dekat juga.
Setelah sampai di RSI dan bertemu Mbak Triana, hujan bukannya mereda malah bertambah deras.
Karena Mbak Triana bersama dua orang anaknya, Nabila dan Arul maka kami sepakat naik becak agar tidak kehujanan. Dan Mbak Triana naik sepeda motor sendiri karena pas ke RSI bawa sepeda motor.
Aku bertiga dengan Nabila dan Arul naik becak melewati banjir di setiap jalan. Banjir ada di mana-mana hingga depan rumah Mbak Triana.
Sambil menunggu hujan reda dan Mbak Triana ganti baju karena dress code acara pakai baju merah.
Banjir di Ketintang

Aku melihat penampilanku.Ternyata rok bagian bawah basah terciprat air hujan waktu naik ojek tadi. Tidak hanya itu, baju dan rokku sangat kusut. Dan aku ingat ini pasti gara-gara duduk selonjoran di bus tadi. Ya sudahlah... Akhirnya aku cuma menambah bedak dan lipstik agar tidak terlihat kucel.
Jam sebelas, aku dan Mbak Triana berangkat naik mobil online. Hingga satu jam berselang, mobilnya belum datang juga padahal itu sudah dua kali pesan dengan mobil berbeda. Alasannya sama, macet.
Setelah menunggu, akhirnya mobil pesanan terakhir datang. Dan benar daerah Wonokromo macet parah. Karena sudah jam 12 lewat, alhasil kami pasti telat.
Tapi alhamdulillah sesampainya di sana, acara diundur jam satu. Sebelum acara dimulai kami dipersilahkan untuk ambil makan siang yang sudah disediakan.
Acara Nutrisi Untuk Bangsa selain ada konsultasi gratis, talkshow kesehatan yang dibawakan oleh dokter anak serta bidan RSUD Dr. Soetomo Surabaya, juga ada cooking demo.
Bahkan saat acara berlangsung, teman-teman blogger juga bisa mengikuti photo&livetweet competition yang diakhir acara akan diumumkan pemenangnya. (Untuk keseruan acaranya, akan saya posting besok Senin)


Setelah acara selesai jam 5 sore, aku sama Mbak Triana sholat terlebih dahulu sebelum pulang. Oh iya, teman-teman blogger dapat goodie bag cantik warna merah dari Nutricia. Selain itu dapat fee transport.

Aku dan Mbak Triana naik mobil online untuk tujuan Bungurasih. Tapi Mbak Triana turun di Ketintang. Dan aku lanjut ke Bungurasih.
Sampai ke Bungurasih aku berjalan ke arah bus antar kota. Naik eskalator dan berjalan mencari jalur 17. Karena aku naik bus Semarang untuk ke Lamongan. Ternyata tidak ketemu tuh nomor 17, akhirnya aku tanya bapak polisi yang ada di sana. Ternyata aku harus turun dulu lewat jalur 16, baru deh sebelahnya jalur 17.
Penumpang yang naik bus jurusan Semarang ini banyak banget. Waktu itu Mbak Triana berkali-kali sms, khawatir kalau aku tidak bisa pulang. Setelah satu jam menunggu, baru dapat bus yang agak longgar karena dua bus sebelumnya yang datang sudah sesak penumpang. Melihat seperti itu, aku memutuskan tidak naik dulu. Jam setengah delapan lebih, aku baru naik bus. Alhamdulillah dapat tempat duduk meskipun dapat di tengah-tengah. Aku berdoa saja supaya aku gak mabuk. Haha...maaf kalau masalah bus aku angkat tangan kalau tidak terpaksa.
Menunggu bus di Bungurasih

Setelah bus mulai berjalan, ngantuk mulai melanda. Apalagi atas jendela sibiarkan terbuka. Menambah semilir angin malam. Aku tertidur sangat lelap dan bangun sudah mencapai terminal Bunder Gresik. Gak terasa aku tidur selama satu jam setengah. Karena Lamongan sudah dekat, aku bersiap-siap untuk turun di Dapur. Depan Plaza Lamongan.
Saat turun dari bus, jam menunjukan pukul setengah sepuluh. Biasanya kalau ada acara gini, suamiku siap menjemput. Tapi Sabtu sore hingga Minggu sore suamiku outbound di Pacet. Jadi aku pulang sendiri dengan naik Bela. Itu tuh becak bermotor. Kenapa sebutnya Bela? Bela singkatan dari Becak Lamongan.


Menikmati suasana Lamongan malam hari dengan naik becak sungguh mengingatkan aku lima tahun lalu saat masih kuliah dan kerja di Surabaya. Tiap hari bolak balik Surabaya-Lamongan. Kalau tidak ada yang jemput naik becak.

Dan lima belas kemudian, sampailah di rumah tercinta dengan selamat.



#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-40

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja