RASA: Andini

Satya hari ini benar-benar ingin di rumah saja. Selain lelah sisa mendaki, kuliahnya juga tidak ada kelas. Dia ingin menghabiskan waktunya di rumah dengan membaca buku. Hoby yang sudah melekat sejak dia masih SD.

Satya mencoba mencari buku dalam rak yang belum ia baca. Tapi dia tiba-tiba teringat buku sejarah yang baru saja dibelinya kemarin. Satya ingat buku itu pasti masih ada dalam tasnya. Buku Sejarah Orang Bugis itu benar masih tinggal dalam tasnya lengkap dengan plastik yang membungkusnya.

Satya menyobek plastiknya dan duduk di atas kasurnya. Mencari tempat senyaman mungkin untuk membaca. Baru membuka halaman, tiba-tiba selembar kertas jatuh di pangkuannya. Lembaran itu terselip di belakang buku itu.

Awalnya Satya mengira itu hanya pembatas buku tapi dia mulai penasaran saat matanya menangkap gambar di lembaran tersebut. Satya menyadari bahwa itu bukan sekedar pembatas buku tapi itu sebuah foto. Diambilnya foto itu dan dia terperangah kaget. Yang ada dalam foto itu adalah dirinya ketika masih kecil. Dan gadis kecil di sampingnya itu teman kecilnya. Gadis pemalu si Andini. Satya seketika urung membaca buku. Dia heran mengapa foto itu ada dalam bukunya. Tidak mungkin foto itu terselip begitu saja. Pasti ada yang meletakannya tapi buku itu masih baru, dan dibungkus plastik.
Tiba-tiba mata Satya berbinar. Dia ingat gadis penjual buku itu.

"Maaf tadi yang atas plastiknya sedikit terbuka. Tapi saya jamin ini bukunya asli dan baru,"

Satya ingat bahwa gadis itu tahu kalau plastik pembungkus bukunya sudah terbuka.

Dan Satya melompat dari tempat tidur, secepatnya mengambil kunci motor di atas meja. Dia berlari ke garasi dan pergi ke luar rumah dengan motor tanpa menghiraukan mamanya yang heran melihat tingkahnya.

Dilarikan motornya ke arah kampus. Tidak untuk ke kampus tapi ke toko buku yang ada di dekat kampusnya. Dia yakin bahwa gadis penjual buku itu Andini, teman masa kecilnya. Pantas saja saat bertemu, Satya merasa tidak asing dengan wajah gadis itu.

Setibanya di toko, Satya langsung masuk dan mencari Andini. Kebetulan saat itu toko sedang sepi pembeli.
Tidak butuh waktu lama untuk mencari Andini, karena toko Andini tidak seberapa besar. Hanya terdapat dua ruangan yang di sekat dengan kaca. Satya melihat Andini di sebelah deretan rak-rak buku. Dia sedang memindahkan buku-buku baru dari keranjang ke rak.

Satya yang tiba-tiba muncul di depannya, membuat Andini kaget.

"Ma-af, Kak. Mau cari buku lagi?" Tanya Andini gugup. Dia benar-benar tidak menyangka Satya akan datang ke tokonya lagi.

"Kamu gak berubah ya, Dini. Tetap pemalu," Satya tersenyum ke arah Andini.

Sebaliknya Andini terkejut setengah mati. Dia belum percaya pada pendengarannya bahwa Satya menyebut namanya. Satya ingat siapa dirinya. Usahanya berhasil. Tapi dia masih malu untuk mengobrol dengan Satya.

"Satya, kamu masih ingat aku?" Andini bertanya pelan.

"Kenapa gak langsung saja menyapa. Kenapa pakai selipin foto di buku segala. Kita kan sudah lama berteman, Dini. Kenapa malu?" Satya memegang kedua pundak Andini dan menatapnya.

"Tapi kita sudah lama tidak bertemu, Sat. Enam tahun kita tidak bertemu." Andini menundukkan wajahnya. Hatinya berdebar-debar tidak karuan.

"Oh, ya kamu sekarang tinggal di mana? Tante sama Om sehat? Gimana si kecil Alif, kelas berapa sekarang?" Satya masih ingat Alif, adiknya Andini yang usianya terpaut lima tahun dengan Andini.

"Kami tinggal di daerah sini kok. Perumahan di seberang jalan sana. Alif sudah kelas satu SMP sekarang."

"Oh iya, kamu tutup toko jam berapa? Aku mau ngajak kamu nonton sore ini. Ya, hitung-hitung merayakan pertemuan kita lagi. Mau kan?" Satya berharap Andini mau menerima ajakannya. Satya sangat rindu dengan teman kecilnya itu.

"Baiklah. Kamu bisa jemput aku di toko jam empat sore ini." Jawab Andini tersenyum. Kali ini dia berani menatap wajah Satya.

"Oke. Sampai bertemu nanti sore." Satya mengusap puncak kepala Andini. Dan berlalu sambil terus tersenyu. Meninggalkan Andini yang mematung mendiamkan gemuruh dadanya.

(Bersambung)

#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-49
#Tantangan VII & VIII

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja