RASA: Pertengkaran

Arga berusaha tenang. Beberapa menit lagi dia akan bertemu Bintang untuk kedua kalinya. Arga tahu bahwa hatinya berkecamuk. Dadanya berdenyut-denyut kencang. Rasa yang ditujukan untuk Bintang tetap sama seperti saat masa SMA. Arga benar-benar tak bisa melupakan Bintang. Selama ini, sepulang dari Australia, Arga tidak banyak bicara, terlalu cuek dengan orang lain. Tapi entah mengapa hal itu tidak berlaku jika bersama Bintang.

Arga melirik jam tangannya. Pasti Bintang sudah keluar dari kantornya. Mereka janjian untuk makan siang di tempat mereka kemarin bertemu.

Sesaat Bintang datang dengan senyum cerianya. Rambutnya hitam panjang dibiarkannya tergerai lurus. Menambah pesona kecantikannya.

"Hai, sudah lama nunggu ya?" Bintang menegur Arga yang terlihat bengong.

"Eh, gak kok." Arga mencoba biasa saja.

Belum lama mereka ngobrol dan makanan belum tersaji, tiba-tiba Bastian datang dengan marah.

"Bintang, ngapain kamu di sini?!" Bastian menatap tajam ke arah Bintang lalu pindah ke arah Arga.

"Aku hanya makan siang sama Arga. Itu saja, Bas." Bintang berusaha menjelaskan.

"Alasan. Bilang saja kamu mau kencan sama Arga. Mau bermesraan sama dia. Kamu lupa dengan janjimu?" Suara Bastian semakin meninggi.

"Bas, bisa tidak semua diselesaikan dengan baik. Gak usah marah-marah seperti ini? Bintang gak salah. Aku yang ngajak dia ke sini." Arga meredamkan amarah Bastian.

Tapi Bastian semakin marah. Direnggutnya kemeja Arga dan langsung memukul Arga. Arga yang tidak tahu akan diserang tidak bisa melakukan perlawanan. Bintang menjerit dan berusaha melerai.

Pihak restoran memanggil satpam untuk mengamankan pengacau di restorannya. Tapi Bastian menolak untuk diamankan. Dia pergi dari restoran setelah melayangkan tatapan sengit ke arah Arga. Dan menarik Bintang untuk pulang bersamanya.

"Kamu ini apa-apaan sih, Bas. Bikin malu saja!" Bintang marah saat mereka telah berdua di dalam mobil Bastian.

"Bela saja terus si Arga. Kamu masih cinta sama dia?" Bastian kembali emosi.

Bintang tidak menjawab. Dia hanya diam memandang lurus ke depan.

"Apa kamu masih mencintainya?!" Bastian kembali mengulang pertanyaannya.

"Iya, aku masih mencintai Arga. Tapi aku bisa apa? Orang tua kita masing-masing ingin perjodohan ini berlanjut. Dan aku tidak bisa menentang keinginan mereka." Bintang mulai menangis.

"Kenapa dari dulu kamu gak bilang? Kenapa??" Bastian berteriak keras.

(Bersambung)


#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-51
#Tantangan VII & VIII

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja