RASA: Sahabat Tapi Cinta

"Kenapa kamu ngajak aku nonton? Pacar kamu gak marah?" Andini bertanya pada Satya yang tengah sibuk memilih film apa yang bagus untuk ditonton.

"Pacar? Siapa juga yang mau sama cowok kayak aku," Satya menjawab sekenanya.

"Trus cewek yang pergi sama kamu ke toko kemarin bukan pacarmu?" Andini tak berhenti bertanya. Dia ingin tahu ada hubungan apa Satya dengan gadis itu.

"Oh, Ayla? Dia teman satu fakultasku. Emm, sebenarnya sih aku suka sama dia. Tapi kayaknya dia gak peka akan hal itu." Satya menjawab dengan jujur. Bagi Satya, Andini adalah sahabat kecilnya yang mengerti semua dirinya. Makanya dia tidak segan-segan jujur atas perasaannya untuk Ayla.

Andini mematung. Ada perasaan sakit menghujam dadanya. Satya ada perasaan dengan gadis lain. Berarti tidak ada kesempatan baginya untuk jadi kekasih Satya. Andini benar-benar merasakan sakit yang luar biasa. Tepat di palung hatinya.

"Kenapa diam? Bagaimana menurut kamu, Din. Ayla orangnya gimana? Agak bawel sih tapi dia baik dan lucu. Nanti kapan-kapan aku kenalkan sama Ayla." Setelah mengucapkan itu, Satya menuju pembayaran tiket.

Andini menarik napas panjang. Berusaha untuk tidak cemburu.

Saat Satya membayar tiket bioskopnya. Andini mendengus. Dan Satya tertawa. Satya tahu bahwa Andini kesal karena tidak diberi pilihan untuk menonton film pilihannya.

"Kamu pasti suka kok sama film ini. Lagian kamu sih pas berangkat aku tanyain jawabnya terserah. Jadi terserah aku jadinya." Satya kembali tertawa melihat Andini manyun ke arahnya.

Bagi Andini Satya tidak berubah. Kelakuannya, sifatnya bahkan wajahnya. Bedanya sekarang dia lebih dewasa dan badannya terlihat kekar. Tidak seperti dulu pas jaman SD, tubuhnya masih kecil dan imut. Andini tersenyum sendiri jika mengingat masa kecilnya.

"Dini, kok malah melamun. Senyum-senyum sendiri lagi. Ayo, lima menit lagi filmnya akan dimulai." Satya menarik tangan Andini dan menggandengnya ke teather 1. Tubuh Andini gugup dan dadanya semakin berdetak kencang. Dia menyadari bahwa ia telah jatuh cinta sama Satya. Dan untuk kapannya, dia tidak tahu kapan rasa itu ada di dalam hatinya. Yang pasti, setiap kali bersama Satya dia merasa bahagia dan bisa menjadi dirinya sendiri.
Tapi apakah Satya akan tahu perasaannya? Sedangkan Satya hanya mencintai Ayla, gadis manis yang pernah mengunjungi tokonya bersama Satya.

(Bersambung)

#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#ODOPharike-52
#Tantangan VII & VIII

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja