Posts

Showing posts from April, 2018

Jangan Biarkan Aku

Ya Allah Tuhanku,
Jangan biarkan aku memaki-Mu
Saat tengadah tanganku tak menemukan pemberian-Mu
Jangan biarkan aku membenci-Mu
Saat doaku yang melesat ke langit belum Kau sentuh

Ya Allah Tuhanku,
Jangan biarkan aku mengeluh atas ujian-Mu
Sedang Kau ingin aku berada di jalan-Mu

Ya Allah Tuhanku,
Jangan biarkan aku pulang tanpa basuh wudhu
Karena aku ingin Engkau menyambutku

Ya Allah Tuhanku,
Jika tak sampai ramadhan nafasku terhenti
Ijinkan jiwaku puasa setiap waktu
Ridhoi aku lebaran di Surga-Mu
Dan jangan biarkan aku,
Jangan biarkan aku masuk Jahanam-Mu

Review Novel Love Asset: Apakah Setiap Cinta Punya Hak Untuk Dimiliki?

Image
"...Saya hanya istri kedua, Mas. Yang bahkan identitas saya disembunyikan oleh, Mas. Bahkan tidak ada yang tahu bahwa saya istri, Mas. Hanya Tuhan, saya, Mas, penghulu dan dua saksi yang menikahkan kita." (Halm.31)

Itu adalah kutipan dari dialog yang terdapat dalam novel Love Asset. Novel yang merupakan kolaborasi dari 16 penulis.

Membaca novel ini saya langsung teringat pada kejadian-kejadian yang sempat viral di media sosial. Siapa yang gak tahu tentang pelakor? Perebut laki orang ini kisahnya mirip seperti dalam novel ini. Tapi ada alasan yang mendasari mengapa dia sampai melakukan perbuatan itu.

Nah, sebelum saya bahas review nya, berikut sinopsis yang ada di bagian belakang novel ini.

Sinopsis Novel Love Asset


Judul : Love Asset

Penulis : Team Penulis Women Script (16 penulis)

ISBN : 978-602-19372-0-4

Jumlah Halaman : 417 Halaman

Penerbit : Women Script n Co

Tahun Terbit: 2011

Setelah sekian tahun menunggu, akhirnya cinta datang juga ke hati seorang Ratu. Tapi cinta hadi…

Melukis Mimpi di Kaki Lamongan

Siang ini panas terik menghujani sebuah kota kecil yang terletak di Jawa Timur. Sebuah kota yang sering disebut kota Soto ini memanglah tengah memasuki musim kemarau. Daun-daun mulai kehausan, kurus mengering. Jalan-jalan penuh debu berlarian ke sana kemari menambah udara semakin panas. Di siang bolong seperti ini membuat orang-orang malas keluar ke rumah walau hanya untuk mengangkat jemuran. Tapi saat sang Dewi malam muncul, suasananya beda sekali. Orang-orang suka bercengkrama di luar rumah sambil menyeruput kopi hitam bersama tetangga atau teman terdekat. Langit cerah, secerah sinar bintang yang bertaburan. Di musim kemarau, selalu malam yang dirindukan.

Di depan gerbang sekolah menengah pertama, tampak seorang bapak berumur enam puluhan tengah menanti rezeki datang. Saat waktu menginjak pukul 12.00, saat bel berbunyi menandakan pelajaran telah berakhir, wajahnya sumringah sebahagia gadis manis yang naik di atas becaknya. Setelah penumpangnya sudah duduk di becaknya, lalu dikayuhn…

Sisa Hujan Semalam

Genangan hujan masih membekas
Pada dinding kaca jendela
Pada pohon-pohon yang gemerisik
Menyisakan luka di pucuk daun sebelah rumah
Rembulan mengintip masygul
Tak enak hati mengakhiri hujan yang bertandang

Meski hujan telah terusir pergi
Seorang wanita duduk termenung di sisi jendela
Mengecap rindu yang terbawa arus malam

Adakah yang disisakan hujan?
Selain genangan yang mengendap oleh kenangan
Di seberang pagar, rembulan menatap nanar
Dan aku tertidur dalam dekapan sisa hujan


-Fitri Areta-

Seorang Gadis Pemalu

Image
Pagi hari di saat Hari Raya Idul Fitri, semua umat muslim berbondong-bondong  melaksanakan shalat ied di masjid-masjid terdekat.

Di pagi yang sama, 26 tahun yang lalu seorang ibu bertaruh nyawa demi melahirkan anak yang diimpikannya. Merenggang nyawa untuk ketiga kalinya. Ya, ketiga kalinya. Karena anak yang dilahirkannya adalah anak ketiga sekaligus anak pertama.

Seorang bayi perempuan lahir tepat suara takbir kemenangan berkumandang.

"Mau diberi nama siapa, Bu?" Seorang perawat menggendongnya dan bertanya pada seorang perempuan yang telah menjadi nenek. Nenek itu sedikit kebingungan karena tidak terpikir sama sekali untuk memberikan cucunya nama. Dan terucap langsung dari bibirnya sebuah nama,
 "Fitri..Fitriya." Nenek itu tersenyum gembira disusul senyum sang perawat.

Dan hari berlarian semakin cepat, seorang bayi yang bernama Fitri itu telah beranjak dewasa. Menjadi anak tunggal karena dua kakaknya telah pulang ke haribaan-Nya.

Jika kalian pertama bertemu denga…

Cermin Retak (Bersatulah kembali...)

Image
Sunyi di atas tawa bergelora
Memasang indra,
Berharap hanya sebuah ilusi

Tidak!!
Kucari-cari dan kuselami
Ternyata bukanlah ilusi
Cermin retak berserakan, menumbuhkan darah hitam
Berbaur di sela tawa
Bermalam di sudut dinding putih pucat

Jarum mengejar waktu,
Berlari dan terus berlari...

Aku berenang dalam darah hitam
Mencoba berlabuh pada cahaya rembulan
Mengumpulkan kaca bening
Menjahit kembali setiap retakan

Walau kertas penuh luka
Walau kalam pun ikut patah berjatuhan
Hanya demi cermin retak

Review Novel 1998: Tragedi Orang Hilang Pada Masa 1998

Image
"Mama tidak pernah suka kalau memergoki aku membaca buku itu karena buku Pramoedya dilarang beredar oleh pemerintah. Mama selalu bilang, “Itu buku komunis! Berbahaya kalau orang-orang tahu kamu baca buku itu, nduk.” (Halm. 4)

Kalimat di atas merupakan salah satu kutipan dalam novel 1998. Bisa dibayangkan bagaimana situasi pemerintahan pada tahun 1998 dalam novel tersebut. Membaca buku pun ada aturan dan larangannya. Novel 1998 adalah novel yang menggunakan setting waktu era pra-reformasi.

Nah, sebelum saya bahas review nya, berikut sinopsis yang ada di bagian belakang novel ini.

Sinopsis Novel 1998

Judul : 1998

Penulis : Ratna Indraswari Ibrahim

ISBN : 978-979-22-8852-0

Jumlah Halaman : 320 Halaman

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : September 2012

Putri, anak Walikota Malang yang kuliah di Universitas Brawijaya, tak bisa menghindar dari arus demonstrasi mahasiswa. Kehidupan kampus yang tenang mendadak panas dengan munculnya beberapa mahasiswa membawa poster menunt…

Pustaka Prana: Keseruan Jelajah Dongeng Bersama Anak-anak Tambak Ploso Lamongan

Image
Pustaka Prana merupakan perpustakaan jalanan yang ada di Lamongan. Didirikan pada tanggal 7 Oktober 2017. Pusat kegiatannya ada di Alun-alun Kabupaten Lamongan setiap Minggu mulai jam 6 pagi. Perpustakaan ini didirikan oleh pemuda pemudi yang peduli dan cinta literasi. Dengan membentuk zona baca setiap Minggu di Alun-alun Lamongan, diharapkan dapat meningkatkan minat baca pada masyarakat sekitar. Selain menyediakan buku-buku untuk dibaca gratis, Pustaka Prana juga memberikan kegiatan edukatif dengan tema yang berbeda setiap minggunya. Seperti kreasi origami, kolase, menari, puisi, dongeng dan lain-lainnya. Kegiatan ini difokuskan untuk anak-anak agar anak usia dini dapat belajar serta mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Di samping itu, Pustaka Prana memiliki kegiatan baru yaitu Jelajah Dongeng ke desa. Pada hari Minggu tanggal 1 April 2018 kemarin, Pustaka Prana menggelar acara bertajuk Jelajah Dongeng. Kali ini Pustaka Prana berkesempatan berbagi keceriaan kepada anak-an…

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics