Cermin Retak (Bersatulah kembali...)


Sunyi di atas tawa bergelora
Memasang indra,
Berharap hanya sebuah ilusi

Tidak!!
Kucari-cari dan kuselami
Ternyata bukanlah ilusi
Cermin retak berserakan, menumbuhkan darah hitam
Berbaur di sela tawa
Bermalam di sudut dinding putih pucat

Jarum mengejar waktu,
Berlari dan terus berlari...

Aku berenang dalam darah hitam
Mencoba berlabuh pada cahaya rembulan
Mengumpulkan kaca bening
Menjahit kembali setiap retakan

Walau kertas penuh luka
Walau kalam pun ikut patah berjatuhan
Hanya demi cermin retak

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja