Posts

Showing posts from April, 2019

Pustaka Prana: Memperkenalkan Permainan Tradisional di Hari Kartini

Image
Melahirkan kembali budaya lama yang terkikis oleh zaman. Itulah tujuan penting Pustaka Prana mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak dalam acara DOLANAN (Dongeng, Literasi, Percobaan, Permainan dan Tanam Pohon) di Desa Rumpuk Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan pada Minggu (21/4/2019).

Sebanyak 50 anak TPQ An-Nurul Amin Rumpuk Mantup sangat gembira mengikuti acara DOLANAN yang diadakan Pustaka Prana. Pustaka Prana sendiri adalah sebuah komunitas pegiat literasi di Lamongan yang mempunyai tujuan mencerdaskan bangsa melalui buku, eksperimen dan permainan. Setiap Minggu pagi, Pustaka Prana membuka lapak baca gratis di Alun-alun Lamongan.


Seperti permainan Bentengan adalah salah-satu hal mengajarkan kepada kita saat berada pada suatu sudut, bagaimana kita bisa lebih bersemangat bertahan & menyerang. Ujar Delta Samudera ketua Pustaka Prana. Selain itu, Delta juga menambahkan bahwa dengan mengenalkan dan memainkan permainan tradisional, anak-anak akan sejenak melupakan gadge…

Habiskan Hari Libur Dengan Buku

Image
Adanya Taman Baca ini bermanfaat sekali bagi masyarakat Lamongan untuk menumbuhkan minat baca terutama bagi anak-anak. Itulah komentar dari Bapak Teguh salah satu pengunjung Taman Baca Dinperpusda Alun-alun Lamongan. Hampir 80 orang berkunjung ke Taman Baca sangat antusias membaca buku pada Minggu (31/3/2019)

Setiap Minggu pagi, Taman Baca terbuka bagi masyarakat Lamongan yang sedang menghabiskan hari liburnya di Alun-alun Lamongan.
"Kalau untuk orang dewasa seperti saya suka baca buku yang berhubungan dengan hobi, misal buku tentang menanam sayur, berternak atau daur ulang. Sedangkan untuk anak-anak saya,  suka buku-buku cerita bergambar. Di rumah kami membiasakan anak-anak membaca. No gadget." Tambah bapak Teguh yang merupakan guru SMP Negeri 1 Tikung.

Taman Baca Alun-alun yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan ini dibuka pada tanggal 14 Februari 2019. Dari data pengunjung dari awal buka hingga sekarang sudah ada 1000 lebih pengunjung yang datang.

Bapak Den…

Bukan Rama Shinta

Image
Aku terpana pada sesosok lelaki jangkung bermata teduh yang menemuiku seusai jam kuliah. Dia memperkenalkan diri dengan nama Rama. Tapi bukan Rama dalam cerita pewayangan karena aku bukan Sinta kekasihnya. Baru pertama kali ini aku bertemu dengannya.
"Anggita Deswanti, kan?" lelaki yang bernama Rama itu sibuk mengecek ktp di tangannya sambil bolak-balik menatapku.
"Iya benar. Memangnya ada apa, Mas?" aku juga sedikit kebingungan tiba-tiba ada lelaki tampan menemuiku.
"Dompetnya tadi jatuh di gerbang kampus. Saya coba memanggil dan mengikuti mbak tapi sayangnya sudah keburu masuk ruangan."
"Oh, iya Mas. Terima kasih banyak. Maaf, jadi merepotkan." Ujarku canggung.
"Santai saja, Mbak." Jawabnya sambil tersenyum.
Duh, dimana pernah kutemukan senyum itu. Senyum manis di balik kombinasi sorot mata yang demikian memikat. Dan saat menatap matanya, tiba-tiba molekul-molekul berloncatan di hatiku.

Namanya Rama Satria. Dia berasal dari kota yang…

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics