Penguatan Akhlak Milenial Melalui Kisah Islami Nabi Muhammad SAW

Sumber: Google


Dunia kini tengah mengalami perubahan sangat pesat. Terlebih memasuki era revolusi industri 4.0 dimana perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi basis di kehidupan manusia di berbagai negara. Hal tersebut juga mempengaruhi masyarakat di Indonesia. Masyarakat dituntut mempunyai kualitas untuk dapat bersaing secara global, berfikir kreatif dan melakukan inovasi, serta menguasai setiap perkembangan teknologi yang mana merupakan hal penting bagi masa depan.

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di era Revousi Industri 4.0 membawa dampak baik dan buruk bagi masyarakat. Baik karena dengan kemajuan teknologi, masyarakat dapat kemudahan memperoleh informasi dan melakukan banyak hal. Seperti yang diketahui sekarang, untuk membeli keperluan sehari-hari bisa dilakukan tanpa keluar rumah. Hanya menggunakan gadget dan barang yang dibeli telah sampai di rumah. Tapi resiko buruknya yaitu berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot dan informasi-informasi hoax dengan cepat dan mudahnya dapat dikonsumsi masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu diadakan sebuah program penguatan akhlak terutama bagi anak-anak generasi penerus bangsa.

Director dan Chief Financial Officer Trakindo, Setia A Dewo mengatakan Revolusi industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri, maupun bidang lainnya yang mulai menggunakan teknologi digital dan otomatisasi.
Kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajar anak berfikir positif, menyaring informasi yang baik serta melatih pola pikir anak, katanya di acara Bincang Perspektif bertema Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0 di Aula Graha I, Kemendikbud, Jakarta pada 11 Juli 2018 (siar.com 28/8/2019)

Pendidikan karakter saat ini masih menjadi usaha untuk membentuk anak dengan karakter mulia. Hal tersebut guna mengatasi turunnya nilai moral yang berkelanjutan. Dalam islam pendidikan karakter sama halnya dengan akhlak.
Akhlak sendiri adalah kata serapan dari Bahasa Arab, Akhlâk yang merupakan bentuk jamak dari kata khulq atau khuluq. Kata ini digunakan dalam Al-Quran ketika Allah menyatakan keagungan budi pekerti Nabi Muhammad Saw, yaitu dalam firman-Nya : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti (khuluq) yang agung. (Qs. Al-Qalam: 4)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akhlak sepadan dengan budi pekerti. Jika ditelusuri lebih jauh, akhlak juga sepada dengan moral. Menurut KBBI, moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya.

Adapun untuk proses pembinaan akhlak harus dimulai sejak dini karena usia dini adalah masa keemasan. Dan mendongeng adalah metode yang tepat untuk membentuk akhlak islami pada anak. Mendongeng atau bercerita adalah cara untuk menyampaikan suatu cerita kepada para penyimak, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, foto maupun suara.
Kegiatan mendongeng dapat dijadikan sarana untuk menyelipkan ajaran norma-norma seperti sosial, agama dan sopan santun kepada anak-anak. Dikutip dari Laman Sahabat Keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa anak-anak cenderung mempunyai kesulitan dalam mempelajari nilai-nilai moral dalam kehidupan. Dengan dongeng maka bisa memberikan contoh melalui tokoh dalam cerita yang didongengkan.

Ada banyak kisah yang bisa diceritakan untuk anak-anak, Kisah islami seperti Nabi, Rosul dan para sahabat dapat dijadikan tema saat bercerita pada anak. Kisah Nabi Muhammad Saw yang merupakan suri Tauladan bagi umat islam dalam kehidupan sehari-harinya dapat menjadi contoh bagi generasi milenial saat ini.
Ada banyak kisah yang menunjukkan akhlak-akhlak mulia Nabi Muhammad Saw yang patut direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad Saw bukan hanya sebagai pengemban risalah Ilahi tapi juga membimbing umatnya dalam mempraktikan pesan-pesan risalah yang dibawanya dalam aktivitas kehidupan. Adapun akhlak Nabi Muhammad Saw yang perlu diteladani generasi milenial, yaitu:

Fathanah
Fathanah berarti kecerdasan. Kecerdasan ini mencakup kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini, masyarakat dituntut untuk memiliki kecerdasan agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang maju. Para milenial harus cerdas dalam segala aspek termasuk yang utama adalah bidang Teknologi.

Shiddiq
Shiddiq yang mempunyai arti benar atau jujur. Jujur baik dalam ucapan maupun tindakan. Nabi Muhammad Saw adalah orang yang jujur, sehingga lisannya yang suci menjadi perantara sampainya kalam Allah ke telinga manusia.
Di era sekarang, jujur itu sangat penting. Dengan kejujuran, informasi-informasi yang beredar di internet tidak mengandung kebohongan atau yang lebih dikenal dengan hoax.

Amanah
Amanah atau dapat dipercaya. Nabi Muhammad mendapat julukan al-Amin oleh penduduk Makkah yang artinya orang terpercaya. Apapun yang beliau ucapkan, penduduk Makkah mempercayainya karena beliau bukan seorang pembohong. Sebagai generasi sekarang, sudah semestinya bersikap amanah. Dalam persaingan globalisasi sikap amanah dalam menjalankan kedudukan, profesi dan jabatan harus diterapkan. Karena sikap amanah adalah kekuatan moral yang bukan hanya mampu menepis berbagai kecurangan, melainkan sanggup memacu etos kerja yang produktif.

Tabligh
Tabligh berarti menyampaikan. Dalam hal ini, Nabi Muhammad Saw menyampaikan risalah yang diterimanya dari Allah SWT kepada seluruh umat manusia dan tak ada satu pun yang ditutup-tutupinya.
Di era Revolusi Industri 4.0 dimana informasi dan teknologi semakin berkembang, membutuhkan generasi milenial yang mampu menyampaikan dan menyaring informasi yang benar dan sesuai kejadian sebenarnya.

Dengan meneladani akhlak-akhlak Nabi Muhammad Saw, diharapkan generasi milenial di Indonesia dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi generasi milenial yang cerdas sekaligus berakhlak mulia dan siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

Comments

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

statistics

Popular posts from this blog

Omah Oblong, Sentra Kaos Oblong Unik Khas Jogja